-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Karhutla di Bua Luwu Belum Padam, Kebun Cengkeh dan Durian Warga Ikut Terbakar

| Selasa, Oktober 20, 2026 WIB | Last Updated 2026-10-20T13:49:13Z

 


LUWU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Buntu Barru, Dusun Lengkong, Desa Lengkong, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, terus meluas. Api tidak hanya membakar kawasan hutan, tetapi juga merambah perkebunan warga dan mengancam permukiman di sekitar lokasi.

Kebakaran yang mulai terjadi pada Senin (19/10/2026) itu belum sepenuhnya berhasil dipadamkan hingga Selasa malam (20/10/2026). Berdasarkan informasi sementara, lebih dari 5 hektare perkebunan warga terdampak, dengan tanaman berupa cengkeh, cokelat, dan durian.

Tim gabungan masih berjibaku memadamkan api untuk mencegah kebakaran semakin meluas. Tim tersebut melibatkan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Luwu, pemerintah Kecamatan Bua, pemerintah desa, masyarakat setempat, Pramuka Peduli, Emergency Response Team PT BMS, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), serta Kelompok Pecinta Alam (KPA).

Kepala Desa terpilih Lengkong, Masrianto, mengatakan upaya pemadaman mulai dilakukan bersama masyarakat dan tim gabungan sejak pukul 08.00 Wita pada Selasa pagi. Ia turut terjun langsung membantu proses penanganan kebakaran di lokasi kejadian.

Menurut Masrianto, kebakaran telah berdampak pada sejumlah perkebunan milik warga di Dusun Lengkong. Luas lahan perkebunan yang terbakar diperkirakan lebih dari 5 hektare.

“Selain hutan yang terbakar, beberapa kebun warga di Dusun Lengkong yang terdampak kebakaran diperkirakan memiliki luas lebih dari 5 hektare. Kebun tersebut ditanami cengkeh, cokelat, dan durian,” ujar Masrianto.

Ia menjelaskan, hingga Selasa malam, petugas bersama masyarakat masih berupaya mengendalikan sejumlah titik api yang belum berhasil dipadamkan.

“Sebagian titik api sudah berhasil dipadamkan, tetapi masih ada beberapa titik yang belum padam. Sementara itu, tim masih berjibaku melakukan pemadaman,” katanya.

Pegawai Damkar Kabupaten Luwu, Kaspian, mengungkapkan kebakaran pada Selasa lebih besar dibandingkan kejadian sehari sebelumnya. Petugas telah berupaya melakukan pemadaman menggunakan mesin pompa air, tetapi kondisi medan menjadi salah satu kendala utama.

Menurutnya, sejumlah titik api berada di lokasi yang lebih tinggi sehingga menyulitkan petugas menyalurkan air. Tekanan air yang semakin tinggi juga menyebabkan selang terlepas ketika digunakan untuk menjangkau titik kebakaran di kawasan menanjak.

“Upaya pemadaman dilakukan dengan menggunakan mesin pompa air. Namun, saat mencapai titik api yang lebih tinggi, selang terlepas akibat tekanan air yang semakin tinggi. Oleh karena itu, pemadaman dilanjutkan secara manual,” jelas Kaspian.

Ia menambahkan, beberapa titik api telah berhasil dikendalikan. Meski demikian, petugas masih harus menangani titik-titik lain yang berpotensi membuat kebakaran meluas.

Kaspian juga menyebutkan bahwa sejumlah warga yang ditemuinya mengeluhkan kebun mereka ikut terbakar. Lahan perkebunan yang terdampak di antaranya ditanami durian dan cengkeh.

“Rata-rata lahan kebun yang terbakar ada lahan durian dan cengkeh. Hal ini berdasarkan cerita beberapa masyarakat yang saya temui,” ungkapnya.

Untuk mendukung operasi pemadaman, Damkar Kabupaten Luwu mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran. Sementara itu, Emergency Response Team PT BMS turut membantu dengan mengerahkan satu unit mobil tangki air.

Camat Bua, Jakashadly, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran lahan, termasuk untuk membuka perkebunan baru.

Ia menegaskan, pembakaran lahan berisiko memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, terutama saat kondisi cuaca kering pada musim kemarau.

“Masyarakat kami imbau tidak melakukan aktivitas membakar lahan atau membuka lahan dengan cara membakar, terlebih pada musim kemarau. Kami juga mengingatkan warga untuk memastikan kompor sudah dimatikan sebelum meninggalkan rumah setelah memasak,” ujarnya.

Hingga Selasa malam, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti. Total kerugian yang dialami warga juga masih dalam proses pendataan.

Informasi sementara menyebutkan luas keseluruhan area yang terdampak diperkirakan mencapai puluhan hektare. Namun, angka tersebut masih memerlukan pendataan dan verifikasi lebih lanjut dari pihak terkait.

Tim gabungan terus berupaya memadamkan sisa titik api sekaligus mencegah kobaran menjalar ke area perkebunan lainnya dan permukiman warga di sekitar Gunung Buntu Barru.

×
Berita Terbaru Update