Demo di Kantor PERUMDA-TM Palopo Berujung Ricuh, GAM Tuntut Evaluasi Direksi dan Kompensasi Pelanggan



PALOPO
– Aksi demonstrasi Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Luwu Raya di depan kantor Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Mangkaluku (PERUMDA-TM) Kota Palopo, Senin (2/11/2026), berakhir ricuh. GAM mengecam dugaan tindakan pemukulan terhadap sejumlah mahasiswa yang mengikuti aksi tersebut.

Ketua GAM Luwu Raya, Ahmad Hanifullah, mengatakan demonstrasi tersebut digelar sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat terkait terganggunya distribusi air bersih di Kota Palopo.

Dalam aksi tersebut, massa membawa dua tuntutan utama, yakni meminta evaluasi terhadap jajaran direksi PERUMDA-TM serta pemberian kompensasi kepada pelanggan yang terdampak persoalan distribusi air bersih.

"Kami datang menuntut agar adanya kompensasi pembayaran. Kita ketahui saat ini semenjak kekeringan air tidak jalan, dan kami meminta adanya kompensasi untuk pelanggan," ujar Ahmad.

Ia menjelaskan, massa awalnya menggelar orasi dan aksi teatrikal dengan menggunakan ember serta timba sebagai simbol keresahan masyarakat yang kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

Namun, menurut Ahmad, situasi mulai memanas ketika seorang pegawai PERUMDA-TM diduga menendang ember yang digunakan dalam aksi teatrikal tersebut.

"Namun baru sekitar tiga orator yang menyampaikan aspirasinya, tiba-tiba seorang pegawai PERUMDA-TM datang menendang ember teatrikal massa," ungkapnya.

Meski demikian, massa tetap melanjutkan demonstrasi. Situasi kemudian semakin memanas setelah peserta aksi melakukan pembakaran ban di depan kantor perusahaan daerah tersebut.

Ahmad menyebut, sejumlah pegawai PERUMDA-TM kemudian mendatangi massa hingga terjadi aksi saling dorong yang berujung dugaan pemukulan terhadap peserta demonstrasi.

Ia mengklaim sekitar 10 orang massa aksi menjadi korban dalam insiden tersebut. Beberapa di antaranya mengalami memar pada bagian wajah dan bekas cakaran di leher.

"Kami hanya menyampaikan aspirasi secara tertib," tegasnya.

Atas kejadian itu, pihak GAM menyatakan telah melakukan visum terhadap korban dan berencana melaporkan dugaan tindakan kekerasan tersebut ke Polres Palopo.

Ahmad juga mengecam tindakan yang menurutnya merupakan bentuk kekerasan terhadap mahasiswa yang sedang menyampaikan aspirasi.

Ia menyebut pihaknya mengidentifikasi sejumlah pegawai berseragam biru dan beberapa petugas lapangan sebagai pihak yang diduga terlibat dalam pemukulan tersebut.

Pasca-kericuhan, sejumlah mahasiswa yang mengaku menjadi korban telah melaporkan kejadian itu ke Polres Palopo. Di sisi lain, beberapa karyawan PERUMDA-TM juga dikabarkan membuat laporan karena mengaku turut menjadi korban pemukulan dalam insiden yang sama.

GAM berharap dugaan kekerasan tersebut dapat diproses sesuai ketentuan hukum. Selain itu, mereka tetap mendesak adanya evaluasi terhadap manajemen PERUMDA-TM serta kejelasan kompensasi bagi pelanggan yang terdampak terganggunya pelayanan air bersih di Kota Palopo. (*)

أحدث أقدم