Direktur PERUMDA-TM Palopo Minta Semua Pihak Menahan Diri, Produksi Air Bersih Turun hingga 80 Persen

 


PALOPO – Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Mangkaluku (PERUMDA-TM) Kota Palopo, Steven Hamdani, angkat bicara menyusul aksi demonstrasi yang berakhir ricuh di depan kantor perusahaan tersebut, Senin (2/11/2026).

Steven menyayangkan terjadinya keributan dalam aksi penyampaian aspirasi tersebut. Ia mengimbau seluruh pihak agar menahan diri dan mengedepankan komunikasi dalam menyikapi persoalan pelayanan air bersih yang saat ini tengah dihadapi masyarakat.

Menurut Steven, PERUMDA-TM memahami keresahan pelanggan akibat terganggunya distribusi air bersih. Namun, kondisi kemarau ekstrem yang melanda Palopo tahun ini memberikan dampak besar terhadap ketersediaan sumber air baku.

"Dalam 20 tahun terakhir, tahun ini adalah kemarau yang sangat parah. Dampaknya terjadi penurunan debit air yang sangat drastis," ungkapnya.

Ia menjelaskan, dari lima Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) milik PERUMDA-TM, seluruhnya menghadapi tantangan penurunan produksi dengan tingkat berbeda.

IPAM Latuppa mengalami penurunan produksi sekitar 70 persen, sedangkan IPAM Mangkaliuku mencapai 80 persen sehingga membutuhkan bantuan sistem pompanisasi. IPAM Magandang juga mengalami penurunan sekitar 65 persen.

Sementara itu, IPAM Bambalu dan Batupapan masih memiliki kondisi produksi yang relatif lebih baik. Meski demikian, keduanya harus membantu memenuhi kebutuhan wilayah pelayanan lain yang mengalami kekurangan pasokan.

Kondisi tersebut membuat perusahaan harus mengoptimalkan berbagai langkah, termasuk mendistribusikan air bersih menggunakan mobil tangki untuk menjangkau masyarakat.

Steven mengungkapkan, pegawai PERUMDA-TM bahkan menjalankan pelayanan selama 24 jam untuk menjaga ketersediaan air bersih bagi pelanggan.

"Teman-teman di sini bahkan harus membuka pelayanan 24 jam untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, meninggalkan perhatian ke anak istri dan keluarganya demi memberikan pelayanan sampai subuh. Tetapi kami tidak mengeluh karena menjadi tugas dan tanggung jawab kami dalam pekerjaan," katanya.

Terkait alternatif sumber air baku, Steven menyebutkan bahwa terdapat usulan untuk mengolah air laut maupun air tanah. Namun, berdasarkan kajian yang dilakukan, pemanfaatan air permukaan dinilai masih menjadi pilihan paling realistis.

Ia menegaskan, PERUMDA-TM bukan perusahaan yang antikritik. Pihaknya terbuka terhadap masukan dan saran konstruktif dari masyarakat.

"Kami tidak butuh pujian, kami hanya berharap kita dapat sama-sama memahami di tengah keterbatasan yang ada," ujarnya.

Mengenai kericuhan saat demonstrasi, Steven menyebut insiden diduga bermula dari aksi pembakaran ban di pintu gerbang kantor PERUMDA-TM. Petugas keamanan perusahaan disebut berupaya menghentikan pembakaran tersebut, sebelum situasi berkembang menjadi keributan.

Steven berharap persoalan yang terjadi tidak menghambat upaya perusahaan dalam mempertahankan pelayanan air bersih bagi masyarakat Kota Palopo, terutama di tengah kondisi kemarau ekstrem yang masih menjadi tantangan.

Lebih baru Lebih lama